jump to navigation

Nomor 31 : Jurnal ketujuh belas July 6, 2009

Posted by NENG TITOH SITI HAPSOH in : Uncategorized , trackback

Sejak pukul 9 pagi hingga usai adzan maghrib, pasangan pengantin masih berada dipelaminan, hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri saja, karena rasanya sangat lelah.

Setelah membersihkan diri, kami beristirahat.

Papah sayang mamah…

Kalimat indah pengantar tidur dimalam pertama membuat lelah ini terasa hilang. Terima kasih suamiku.

Mata terasa berat, badan terasa pegal, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat saja.

Papah sayang mamah…

inipun kalimat pertama yang terdengar saat terbangun dihari senin, 30 Juni 2009 beriringan dengan suara adzan shubuh, hah, terasa amat indah, tidur ditemani seorang yang akan mendampingiku menghabiskan sisa waktu bernafas didunia ini.

Allah, inikah indahnya pernikahan itu? Tiada dendam meski raga lelah, tiada prasangka buruk pada suamiku, semuanya terasa indah saja. Terima Kasih Allah… Sesak yang sering terasa didada saat masa perkenalan dahulu akibat perlakuannya kini terbang entah kemana,,,

Comments

Sorry comments are closed for this entry

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer