jump to navigation

Nomor 28 : Jurnal keempat belas July 6, 2009

Posted by NENG TITOH SITI HAPSOH in : Uncategorized , trackback

Ahad, 28 Juni 2008.

Tepat pukul 4 pagi, tanpa alarm handphone, tanpa kokok ayam, tanpa ketokan pintu mata ini sudah terjaga, kantuk terasa sirna, badan terasa segar, suasana hati terasa riang, “Allah, inilah hari terindah yang Kau anugerahkan untukku…

05.30 perias sudah siap dengan segala peralatan make – upnya. seperti orang mau piknik selama sebulan saja barang bawaannya sangat banyak, mungkin ada sekitar 2 koper ukuran sedang ditambah 1 koper jumbo. belum lagi barang2 lain yang tiak ter-koper-kan.

Atas perintah nyonya Perias, saya harus berbaring, beuh, baru kali ini ber-make-up sambil berbaring.

Yang pertama kali dioles pada wajah adalah Es Batu ! gak tahu apa maksudnya, yang jelas terasa amat dingin diwajah, dilanjutkan dengan macam-macam bedak seperti ditumpahkan ke atas wajah ini. serasa tebellll banget.

Ah, untuk sekali ini saja aku tidak mau protes.  Agar perias dapat mengekplorasi kemampuannya sendiri.

Dan.. Ou.ou… hasilnya?

saat hendak berkaca, perias malah bilang seperti ini: “Jangan lihat kaca dulu ya, Neng!

Ah, yasudahlah, padahal sudah penasaran hasilnya bagaimana. Huh.

Entah siapa yang pertama kali berkata : “Euleuh, meni siga India…” Hm, maluuu rasanya dibilangin seperti itu. Apakah tampak norak atau bagaimana sampai terlontar kalimat seperti itu.

Tak lama, terdengar lagi komentar ini: “Nya da tara dangdos, jadi meni asa pangling, meni geulis..

Alhamdulillah, ternyata dugaan “Norak”ku gak terbukti.

Setelah merasa siap, barulah memberanikan diri menghadap cermin. Hm,,, “I Love you, Perias!” “is it me?” “where is my face?” “Who is that?” banyak banget pertanyaan muncul dihati, rasanya sangat pangling,,, wajah asliku tertutup make up. But, yang bikin aku seneng, Jadi lebih merona berseri! 🙂

Comments

Sorry comments are closed for this entry

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer